Aku sudah melihat hampir semua kue dalam etalase itu
selama setengah jam. Aku tak juga yakin menemukan kue yang kuinginkan.
Perempuan setinggi sekitar 155 cm yang tak lain sebagai penjaga toko kue itu
sampai bosan melihatku yang tak segera membeli satu di antara semua kue yang
dijualnya. Selain itu, enam lagu mulai dari Aku
Ingin Pulang, Apakah Ada Bedanya, Berita Kepada Kawan, Cintaku Kandas di
Rerumputan, Elegi Esok Pagi, hingga Isyu
hampir selesai dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade di dalam toko kue itu. Ya, alunan
musik sarat makna ciptaan Ebiet G. Ade turut menemaniku melihat kue-kue yang
tersusun rapi di dalam etalase berwarna putih tulang itu. Aku begitu menikmati
musik ciptaan Ebiet. Sepintas aku teringat kata-kata Ebiet yang menyatakan bahwa
dirinya lebih senang disebut penyair atau sastrawan daripada disebut sebagai
seorang penyanyi.
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERPEN. Tampilkan semua postingan
Rabu, 07 Mei 2014
Rabu, 23 April 2014
BUKAN SEBATAS IMPIAN
Fresha nama gadis itu. Usianya sekitar 14 tahun. Dia anak pasangan pengusaha sukses di Surabaya. Di rumah yang besar dan mewah hasil kerja keras orang tuanya itu, Fresha hanya tinggal dengan keempat pembantunya dan seorang supir pribadi. Orang tua Fresha sering pergi untuk urusan bisnis di luar kota bahkan hingga luar negeri. Fresha anak pandai dan tidak sombong serta di sekolah dia memiliki banyak teman, tetapi walaupun begitu dia tetap merasa kesepian tanpa kehadiran kedua orang tuanya yang sangat dicintai dan disayanginya itu.
Langganan:
Postingan (Atom)